Kabar Golkar

Demi Ketahanan Energi, Bahlil Pertimbangkan Hentikan Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Oleh · · Kabar Kabinet

Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia saat melakukan kunjunga di Bali (19/10)
Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia saat melakukan kunjunga di Bali (19/10)

"Bagaimana bisa ada yang mengatakan bahwa sistem yang mengizinkan penyelundupan jalan terus boleh kita pertahankan. Inti yang ingin saya sampaikan dan sudah berkali-kali saya sampaikan adalah kita sekarang berada dalam kondisi harus survival, kita harus bertahan, kita harus menyelamatkan kekayaan kita," kata Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengibaratkan sumber daya alam sebagai bagian penting dari kehidupan bangsa yang harus dijaga. Ia juga mengingatkan bahwa berbagai negara menghadapi tantangan serupa sehingga kepentingan nasional perlu ditempatkan sebagai prioritas utama.

"Kekayaan kita, sumber alam kita, itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat. Kita berada dalam kondisi harus survive dan ini tidak hanya kita, banyak negara di dunia sekarang mengalami seperti kita. Dalam keadaan survival yang utama adalah kepentingan nasional dan kepentingan rakyat," lanjutnya.

Kontrak Ekspor Gas Indonesia ke Singapura

Wacana evaluasi ekspor gas tersebut menjadi perhatian karena Indonesia selama ini memasok gas bumi ke Singapura melalui sejumlah kontrak jangka panjang. Pada 2022, Kementerian ESDM menyampaikan bahwa pemerintah telah menyepakati perpanjangan kontrak penjualan gas ke negara tersebut.

Kontrak yang semula dijadwalkan berakhir pada 2023 itu diperpanjang selama lima tahun hingga 2028. Saat itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan bahwa Singapura meminta Indonesia melanjutkan pasokan gas bumi untuk mendukung kebutuhan energi negara tersebut.

"Kita masih ada gasnya jadi kita kasih, jadi perpanjang lima tahun. Lima tahun dulu. Kita punya pasokan, ada yang perlu kita kan harus bantu-membantu," ungkap Arifin ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (28/9/22).

Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Indonesia pada 2023 memperpanjang kontrak ekspor gas dengan Gas Supply Pte Ltd (GSPL) Singapura hingga 2028.

Volume ekspor gas melalui kontrak tersebut tercatat sebesar 160 miliar British thermal unit per hari (BBTUD) pada 2023. Adapun untuk periode 2024–2028, volume kontraknya mencapai 180 BBTUD.

Tag: ESDM, Energi, Ekspor, Gas, Bahlil