Demi Ketahanan Energi, Bahlil Pertimbangkan Hentikan Ekspor Gas ke Negara Tetangga
Oleh Rudy · · Kabar Kabinet
Dalam arahannya, Prabowo mengingatkan bahwa kekayaan alam Indonesia sejak lama menjadi sasaran berbagai kepentingan pihak luar. Ia mengatakan, sejak menerima mandat dan dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2024, pemerintah menghadapi beragam tantangan yang harus disikapi secara tegas.
Menurut Prabowo, pemerintah tidak dapat terus mengambil pendekatan yang terlalu naif dalam menghadapi persoalan tersebut. Perlindungan terhadap kekayaan negara dan kepentingan rakyat, kata dia, harus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan.
"Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif atau berusaha untuk menyenangkan orang lain. Kita dipaksa sekarang untuk memilih menghadapi kesulitan, menghadapi kenyataan, yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia," ujar Prabowo.
Prabowo juga menyoroti praktik-praktik yang dinilainya menyebabkan kekayaan Indonesia terus mengalir ke luar negeri. Ia menilai pemerintah perlu mengevaluasi sistem yang memungkinkan praktik ilegal berlangsung dan merugikan perekonomian nasional.
"Bangsa kita ditipu, rakyat kita ditipu, pemerintah kita ditipu, para ahli hukum, para ahli pidana akan membenarkan. Coba apakah ada pemimpin politik atau ahli hukum yang akan berdiri dan mengatakan bahwa penyelundupan itu bukan pelanggaran?," tanya Prabowo.
Ia kemudian menegaskan bahwa penyelundupan bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan juga ancaman serius terhadap perekonomian dan keberlangsungan bangsa.
"Penyelundupan adalah ibarat menikam bangsa kita, menikam badan kita. Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita. Membunuh ekonomi kita artinya membunuh bangsa kita," lanjutnya.
Kepala Negara turut menyinggung berbagai komoditas yang menjadi sasaran penyelundupan, baik yang masuk maupun keluar dari Indonesia. Komoditas tersebut meliputi narkotika, timah, emas, batu bara, kayu, bahan bakar minyak (BBM), hingga pupuk.
Prabowo mempertanyakan alasan mempertahankan sistem yang memungkinkan praktik penyelundupan terus berlangsung. Ia menekankan perlunya perubahan kebijakan agar sumber daya alam dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan masyarakat.
Tag: ESDM, Energi, Ekspor, Gas, Bahlil