Ahmad Irawan: Pejabat Publik Harus Peka terhadap Penderitaan Warga Terdampak Karhutla
Oleh Rudy · · Kabar Parlemen
Irawan berharap polemik yang muncul dari pernyataan Gubernur Kalimantan Tengah tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi para pemimpin daerah lainnya. Menurutnya, etika komunikasi publik merupakan hal penting yang harus dijaga, terlebih ketika masyarakat sedang menghadapi situasi darurat dan membutuhkan dukungan pemerintah.
Sebelumnya, potongan video Agustiar Sabran ketika membahas penanganan karhutla beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, ia menyampaikan bahwa hampir 97 persen pemicu karhutla berasal dari ulah manusia. Namun, pernyataannya kemudian disertai plesetan peribahasa "bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi" yang menuai sorotan karena dinilai kurang sensitif terhadap
penderitaan warga.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti pentingnya kecermatan pejabat publik dalam menyampaikan pesan di tengah krisis. Pernyataan seorang pemimpin tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga mencerminkan sikap dan kepeduliannya terhadap kondisi masyarakat yang dipimpinnya.
Di tengah ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta kerugian ekonomi akibat karhutla di Kalimantan Tengah, pemerintah dituntut untuk memprioritaskan langkah penanganan yang nyata. Selain memastikan upaya pemadaman berjalan efektif, pejabat publik perlu membangun komunikasi yang berorientasi pada perlindungan warga, penguatan kepercayaan, dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
Tag: Komunikasi, Empati, Karhutla, AhmadIrawan