Ahmad Irawan: Pejabat Publik Harus Peka terhadap Penderitaan Warga Terdampak Karhutla
Oleh Rudy · · Kabar Parlemen
Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Irawan mengingatkan para pejabat publik, khususnya kepala daerah, agar mengedepankan empati dan kepekaan ketika menyampaikan pernyataan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pesan tersebut disampaikan menyusul beredarnya seloroh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang menuai kritik di media sosial.
Irawan menilai, karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan bencana yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, komunikasi yang disampaikan pejabat publik harus mempertimbangkan kondisi dan perasaan warga yang tengah menghadapi dampak kebakaran.
"Memang adanya karhutla memberikan dampak negatif ke masyarakat, ke perekonomian, dan sebagainya. Harusnya komunikasi pejabat publik memiliki empati. Bisa memahami dan merasakan emosi dan perasaan orang lain, apalagi bagi yang terdampak langsung dengan karhutla," ujarnya dikutip dari media massa, Rabu (14/10/26).
Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut menjelaskan, dampak karhutla dapat meluas ke berbagai aspek, mulai dari kesehatan masyarakat, aktivitas sosial, hingga kegiatan ekonomi warga. Kondisi tersebut menuntut pejabat publik untuk lebih berhati-hati dalam memilih kata-kata, terutama ketika masyarakat masih berhadapan dengan kabut asap dan ancaman gangguan kesehatan.
Menurut Irawan, pejabat publik memiliki tanggung jawab untuk memberikan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap upaya penanganan bencana. Dalam situasi seperti ini, pernyataan yang disampaikan seharusnya memperkuat harapan warga bahwa pemerintah bekerja untuk mengatasi persoalan yang mereka hadapi.
Ia pun mengingatkan kepala daerah agar tidak melontarkan candaan yang berpotensi melukai perasaan masyarakat terdampak. Sebaliknya, pemimpin daerah perlu menyampaikan pesan yang menenangkan serta menunjukkan kesungguhan dalam mengupayakan penyelesaian bencana.
"Sebaiknya kepala daerah kita membangun optimisme kepada masyarakat kebakarannya akan padam," katanya.
Tag: Komunikasi, Empati, Karhutla, AhmadIrawan