DIKLATDA AMPG: Mencetak Kader, Menyiapkan Pemimpin
Oleh Rudy · · Opini
Di tengah pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, kader muda juga perlu memahami agenda pembangunan nasional secara substantif. Dukungan terhadap pembangunan tidak cukup berhenti pada dukungan politik, tetapi harus diwujudkan melalui kontribusi, pengawalan, masukkan yang konstruktif, dan gagasan yang solutif.
Di internal Partai Golkar, konsolidasi kader muda juga harus berjalan searah dengan kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Konsolidasi tidak boleh hanya menyatukan struktur, tetapi juga harus menyatukan visi, kompetensi, disiplin organisasi, dan orientasi pengabdian.
Karena itu, DIKLATDA Tingkat I di seluruh provinsi harus memiliki satu standar kaderisasi nasional, tetapi tetap mampu membaca karakter dan persoalan masing-masing daerah.
Bagi saya, ukuran keberhasilan DIKLATDA bukan berapa banyak peserta yang hadir atau sertifikat yang diterbitkan.
Pertanyaan terpenting adalah:
Kader seperti apa yang lahir setelah mengikuti DIKLATDA?
Jika mereka pulang dengan kapasitas yang lebih baik, cara berpikir yang lebih matang, integritas yang lebih kuat, dan keberanian untuk mengabdi, maka kaderisasi telah menemukan maknanya.
Sebab, DIKLATDA bukan garis akhir. DIKLATDA adalah garis start.
Start untuk belajar.
Start untuk mengabdi.
Start untuk memimpin.
Kita mungkin tidak dapat menentukan siapa di antara kader hari ini yang kelak menjadi pemimpin Indonesia. Tetapi kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa ketika kesempatan itu datang, mereka telah siap.
Dari DIKLATDA kita mencetak kader.
Dari kader kita menyiapkan pemimpin.
Dari pemimpin kita membangun masa depan Indonesia.
Tag: Opini, Diklatda, Pelatihan, AMPG, Kaderisasi