Kabar Golkar

BERAS PREMIUM LANGKA KARENA HET TIDAK EKONOMIS BUAT PENGGILINGAN PADI

Oleh · · Opini

BERAS PREMIUM LANGKA KARENA HET TIDAK EKONOMIS BUAT PENGGILINGAN PADI
BERAS PREMIUM LANGKA KARENA HET TIDAK EKONOMIS BUAT PENGGILINGAN PADI

Faktor lainnya adalah berkurangnya pasokan gabah di tingkat penggilingan padi karena dampak musim kemarau, hanya petani padi sawah yang memiliki irigasi dan sumber air saja yang bisa menanam padi. Pengusaha penggilingan padi akan kesulitan mendapatkan gabah sebagai bahan baku untuk memproses gabah menjadi beras.

Yang bisa memproduksi beras premium tidak banyak, hanya bisa dilakukan oleh pabrik atau perusahaan penggilingan padi modern, umumnya adalah industri pengolahan pangan berskala besar yang dilengkapi teknologi penyosohan dan pengeringan terintegrasi (Modern Rice Milling Plant).

Kontribusi Beras Premium dan Medium

CNBC Indonesia mencatat bahwa kontribusi atau pangsa pasar beras premium terhadap total konsumsi beras nasional diperkirakan berkisar antara 30 persen hingga 39,75 persen.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pasokan beras nasional yang terbesar sekitar 60 persen masih didominasi oleh segmen beras medium.

Penutup

Saya patut menduga bahwa kekosongan beras premium akan tetap terjadi karena penggilingan padi tidak akan mau mengeluarkan biaya produksi diatas 14.900 per kilogram, sementara pemerintah membuat aturan agar penggilingan padi menjual beras premium dengan harga 14.900 per kilogram. 

Jika biaya produksi beras premium per kilogram lebih besar dari harga jualnya, tentu bagi penggilingan padi tidak ekonomis dan potensi kerugian besar sekali.

Sebuah hipotesa dari :
Tonny Saritua Purba
- Pokja Bidang Tani dan Nelayan DPP Partai Golkar
- Ketua Bidang Tani dan Nelayan Depinas SOKSI

Tag: Opini, pangan, beras, padi