PADI GOGO SULIT BERKEMBANG KARENA LAHAN MILIK PETANI SANGAT TERBATAS
Oleh Rudy · · Opini
KabarGolkar - Padi gogo adalah jenis padi yang ditanam di lahan kering, tegalan atau ladang tadah hujan, tanpa memerlukan genangan air atau sistem irigasi. Padi gogo hanya mengandalkan air hujan, bisa sebagai solusi penting untuk ketahanan pangan, baik di dataran rendah, sedang dan tinggi yang di minim air.
Kesuburan tanah di lahan kering memang lebih rendah dibandingkan dengan lahan sawah, kondisi tersebut disebabkan karena dampak kekeringan, erosi dan degradasi kesuburan tanah. Pendapatan petani padi gogo secara umum juga lebih rendah dibandingkan petani padi sawah, karena rata-rata produktivitas padi gogo lebih rendah dari padi sawah.
Walaupun demikian, padi gogo memiliki potensi untuk mendukung peningkatan produksi beras nasional. Dengan semakin banyaknya lahan sawah yang telah beralih fungsi maka lahan kering bisa sebagai pengganti lahan sawah yang sudah terkonversi.
Bagaimana Perhatian Pemerintah terhadap Perkembangan Padi Gogo ?
Saat ini perhatian pemerintah terkait pengembangan padi lebih besar kepada padi sawah, dampaknya perkembangan padi gogo jauh tertinggal. Padahal potensi lahan kering masih sangat luas dan belum dimanfaatkan untuk pengembangkan padi gogo. Sudah saatnya pemerintah mengembangkan padi gogo untuk mendukung ketersediaan beras nasional dan mempertahankan swasembada beras yang berkelanjutan.
BPS Belum Mencatat Berapa Banyak Produksi Beras Padi Gogo Nasional
Total produksi beras nasional pada tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton, dengan total produksi padi nasional sebesar 60,21 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Badan Pusat Statistik (BPS) belum mencatat angka produksi beras padi gogo secara terpisah. Produksi beras nasional dicatat secara gabungan antara beras padi sawah dan beras padi gogo.
Dibutuhkan Intervensi Kebijakan Pemerintah untuk Mengembangkan Padi Gogo
Masalah lahan adalah salah satu kendala utama bagi petani, rata-rata petani menggarap lahan yang sangat kecil sehingga pendapatan mereka terbatas termasuk juga banyak lahan pertanian yang telah berubah fungsi menjadi pembangunan insfrastruktur, jalan raya, perumahan dan industri.
Tag: Opini, Pangan, Pertanian, PadiGogo, TonnySaritua