Kabar Golkar

Menperin Sarmuji Bidik Industri Hijau, Dekarbonisasi Tak Sekadar Tambah Biaya

Oleh · · Kabar Nasional

Menperin Sarmuji saat meninjau proses dekarbonisasi yang diuji coba di industri PT Petrokimia Gresik, Jumat (16/10). Foto: ANTARA
Menperin Sarmuji saat meninjau proses dekarbonisasi yang diuji coba di industri PT Petrokimia Gresik, Jumat (16/10). Foto: ANTARA

Xinyi Glass Berpotensi Serap Produksi Soda Ash

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Gresik, Sarmuji juga mengunjungi PT Xinyi Glass Indonesia, perusahaan produsen berbagai jenis kaca yang telah memasarkan produknya ke 45 negara.

Perusahaan asal Hong Kong yang beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial & Port Estate (KEK JIIPE), Gresik, tersebut masih mengandalkan impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan bahan bakunya.

Sekitar 20 persen bahan baku yang digunakan perusahaan itu didatangkan dari luar negeri, termasuk soda ash yang menjadi salah satu komponen penting dalam proses produksi kaca.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi PT Xinyi Glass Indonesia untuk memanfaatkan soda ash hasil produksi dalam negeri. Sarmuji menilai perusahaan tersebut berpotensi menjadi *offtaker* atau pembeli produk soda ash yang dihasilkan melalui proses dekarbonisasi di PT Petrokimia Gresik.

Jika dikembangkan secara optimal, kerja sama antara produsen soda ash dan industri pengguna dapat membangun rantai pasok domestik yang lebih kuat. Selain membantu memenuhi kebutuhan bahan baku industri kaca, langkah tersebut juga berpotensi menciptakan pasar bagi produk hasil penerapan teknologi rendah karbon.

Meski demikian, Sarmuji menegaskan bahwa hasil uji coba teknologi CCU di PT Petrokimia Gresik masih perlu dievaluasi lebih lanjut. Evaluasi diperlukan untuk memastikan teknologi tersebut dapat diterapkan pada skala industri yang lebih besar, baik dari sisi teknis maupun kemampuan produksinya.

"Tentunya kami masih terus evaluasi supaya uji coba dekarbonisasi yang telah dilakukan di PT Petrokimia Gresik bisa berlaku untuk skala industri sehingga nantinya dapat memenuhi kebutuhan soda ash secara global," ucapnya.

Melalui pengembangan teknologi CCU, Kementerian Perindustrian berharap transformasi menuju industri hijau dapat berjalan seiring dengan penguatan daya saing manufaktur nasional. Inovasi yang mampu menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mewujudkan industri yang lebih berkelanjutan dan kompetitif di pasar global.

Tag: Dekarbonasi, CCU, Industri, Menperi, Sarmuji