Menperin Sarmuji Bidik Industri Hijau, Dekarbonisasi Tak Sekadar Tambah Biaya
Oleh Rudy · · Kabar Nasional
Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong penerapan teknologi carbon capture & utilization (CCU) atau penangkapan dan pemanfaatan karbon sebagai salah satu upaya menekan emisi di sektor industri. Teknologi tersebut dinilai berpotensi mendukung transformasi menuju industri hijau sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Sarmuji menyatakan kesiapan untuk mendorong penerapan teknologi dekarbonisasi tersebut secara lebih luas pada berbagai sektor industri. Upaya ini dilakukan agar pengurangan emisi karbon tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku industri.
"Proyek dalam rangka mengurangi atau menghilangkan emisi karbon ini selama sekitar dua tahun terakhir telah diuji coba di industri PT Petrokimia Gresik," kata Menperin kepada wartawan di Gresik, Jawa Timur, Jumat. (16/10/26).
Saat mengunjungi PT Petrokimia Gresik, Sarmuji melihat secara langsung hasil penerapan teknologi tersebut. Selain mampu menekan emisi karbon, proses uji coba dekarbonisasi itu juga menghasilkan soda ash atau natrium karbonat yang memiliki nilai ekonomi dan dibutuhkan oleh berbagai sektor industri.
Menurutnya, salah satu tantangan dalam penerapan teknologi ramah lingkungan adalah anggapan bahwa upaya dekarbonisasi hanya akan menambah biaya operasional perusahaan. Pandangan tersebut membuat sebagian pelaku industri masih enggan mengadopsi teknologi pengurangan emisi.
Namun, hasil uji coba di PT Petrokimia Gresik menunjukkan bahwa penerapan teknologi hijau dapat memberikan manfaat tambahan apabila dikelola dengan tepat.
"Tapi dalam proyek ini kita bisa buktikan bahwa penerapan teknologi hijau dalam proses industri ternyata juga bisa menghasilkan manfaat yang lebih," ujarnya.
Salah satu manfaat tersebut adalah produksi soda ash yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk berbagai kebutuhan manufaktur. Komoditas ini digunakan dalam pembuatan kaca, kertas, keramik, tekstil, serta sejumlah produk industri lainnya.
Selama ini, kebutuhan soda ash untuk berbagai kegiatan produksi di Indonesia masih harus dipenuhi melalui impor. Karena itu, pemanfaatan teknologi CCU untuk menghasilkan produk tersebut dinilai berpotensi memperkuat pasokan bahan baku dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar negeri.
Tag: Dekarbonasi, CCU, Industri, Menperi, Sarmuji