Menteri Bahlil Dorong Pengembangan 100 GW Kelistrikan untuk Dukung Transisi Energi
Oleh Rudy · · Kabar Nasional
Darmawan memaparkan bahwa pengembangan sistem kelistrikan ke depan mencakup pembangunan kapasitas pembangkit baru dalam skala besar melalui RUPTL. Selain itu, pemerintah dan PLN juga menyiapkan pembangunan jaringan transmisi dengan panjang mencapai 48.000 kilometer sirkuit.
"Jawabannya hanya satu, siap Bapak laksanakan. Epicentrum the new development of energy ada di Indonesia," ujar Darmawan.
Menurutnya, pembangunan sektor kelistrikan membutuhkan keterlibatan dan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi hingga investor. Kolaborasi tersebut menjadi penting mengingat kebutuhan investasi yang besar serta pembangunan infrastruktur pendukung yang harus berjalan secara beriringan.
Penyelenggaraan Electricity Connect 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sektor energi. Forum tersebut diharapkan dapat memperluas peluang kerja sama dan mempercepat pelaksanaan berbagai agenda pengembangan ketenagalistrikan nasional.
Kegiatan tersebut diikuti ribuan delegasi, ratusan pembicara, serta peserta pameran dari dalam dan luar negeri. Forum ini sekaligus menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai pengembangan sistem energi dan kelistrikan di tengah kebutuhan transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Rencana penambahan kapasitas kelistrikan hingga 100 GW dan peningkatan porsi EBT dalam RUPTL menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat sistem energi nasional. Peningkatan kapasitas pembangkit dan perluasan jaringan transmisi diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energi Indonesia sekaligus mendukung perjalanan menuju target NZE pada 2050–2060.
Tag: Energi, Listrik, ESDM, Investasi, Bahlil