Dukung Upaya Prioritas Industri Dalam Negeri, Menperin Sarmuji Siap Kawal Pasokan Gas Bumi
Oleh Rudy · · Kabar Kabinet
"Masih ada ruang yang perlu diisi. Karena itu, setiap tambahan pasokan gas di dalam negeri adalah peluang untuk memperkuat daya saing industri, menjaga utilisasi pabrik, dan melindungi lapangan kerja," ujarnya.
Lebih lanjut, Sarmuji menilai kebijakan mengutamakan kebutuhan gas dalam negeri sejalan dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Kebijakan tersebut mengarahkan pengurangan ekspor gas bumi secara bertahap sekaligus mendorong peningkatan alokasi untuk memenuhi kebutuhan domestik, termasuk sektor industri.
Menurutnya, upaya memperkuat pasokan gas nasional tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan tahapan yang terukur serta sinergi antarkementerian dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kebijakan berjalan efektif.
Untuk itu, Kemenperin akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta pihak terkait lainnya.
Koordinasi tersebut ditujukan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga gas bagi industri yang telah beroperasi. Dengan demikian, kebutuhan energi maupun bahan baku dapat terpenuhi secara berkelanjutan dan mendukung peningkatan produktivitas industri nasional.
Sarmuji menegaskan, ketersediaan energi dan bahan baku merupakan fondasi penting dalam mendorong hilirisasi. Tanpa dukungan pasokan yang memadai, pengembangan industri pengolahan akan menghadapi tantangan dalam menjaga kesinambungan produksi dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam.
"Hilirisasi membutuhkan industri yang kuat, dan industri yang kuat membutuhkan energi serta bahan baku yang terjamin. Di situlah Kemenperin akan mengambil peran," pungkasnya.
Bahlil Evaluasi Kontrak Ekspor Energi
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan akan mengevaluasi kontrak ekspor energi dengan negara-negara yang dinilai tidak kooperatif dan tidak menghargai Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam acara Peresmian Penerimaan Gas JNE#6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Maha - South Hub, yang dipantau secara daring dari Jakarta, Kamis (22/10).
Tag: GasBumi, Industri, Menperi, Sarmuji