Bahlil Paparkan Capaian Sektor ESDM dalam Sidang Kabinet Paripurna
Oleh Rudy · · Kabar Kabinet
"Jadi, barang produksi turun pendapatan naik,” kata Bahlil saat menjelaskan perkembangan kinerja ekspor batu bara nasional.
Sementara itu, kinerja ekspor nikel juga menunjukkan tren peningkatan. Hingga Agustus 2026, nilai ekspor komoditas tersebut tercatat mencapai sekitar 24,55 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan capaian periode Januari–Agustus 2025 sebesar 21,22 miliar dolar AS.
Kenaikan nilai ekspor nikel tersebut turut memperlihatkan besarnya kontribusi komoditas mineral terhadap perdagangan Indonesia. Pemerintah terus mendorong optimalisasi sektor mineral agar mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Dalam sidang kabinet tersebut, Bahlil turut memastikan kondisi cadangan BBM nasional berada dalam situasi aman. Ia melaporkan bahwa stok Pertalite atau BBM dengan Research Octane Number (RON) 90 yang disubsidi pemerintah berada pada kisaran 16 hingga 18 hari.
"Untuk cadangan BBM kita sekarang untuk pertalite Bapak Presiden di angka 16 sampai 18 hari. Ini yang subsidi. RON 90. Kalau yang lainnya semua di atas standar minimum nasional," ujar dia.
Laporan tersebut menjadi bagian dari pemaparan pemerintah mengenai perkembangan sektor energi dan sumber daya mineral selama dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Peningkatan PNBP, pertumbuhan nilai ekspor batu bara dan nikel, serta terjaganya ketersediaan BBM menjadi sejumlah indikator yang disampaikan Bahlil dalam sidang kabinet. Pemerintah diharapkan dapat terus menjaga kinerja sektor ESDM agar berkontribusi terhadap penerimaan negara sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Tag: ESDM, Minerba, Hilirisasi, APBN, PNBP, Bahlil