Kabar Golkar

Menko Bahlil Dorong Hilirisasi dan Perluasan Pasar Ekspor untuk Perkuat Ekonomi Nasional

Oleh · · Kabar Kabinet

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia saat menghadiri pembukaan Trade Expo Indonesia Ke-41 di Tangerang, (14/10).
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia saat menghadiri pembukaan Trade Expo Indonesia Ke-41 di Tangerang, (14/10).

Ia juga meminta para eksportir memanfaatkan secara optimal berbagai perjanjian perdagangan bebas yang telah berlaku. Pemerintah, lanjutnya, perlu memastikan proses ekspor berjalan lebih mudah melalui penyederhanaan prosedur dan pengurangan hambatan administratif yang dapat mengganggu kegiatan usaha.

Di samping kemudahan prosedur, dukungan pembiayaan ekspor dan ketersediaan layanan asuransi dengan biaya terjangkau juga menjadi aspek penting. Fasilitas tersebut diperlukan untuk membantu pelaku usaha menghadapi risiko perdagangan internasional sekaligus memperbesar kapasitas ekspor produk dalam negeri.

Bahlil turut menyoroti pentingnya peningkatan promosi produk Indonesia di luar negeri. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperkuat keberadaan pusat-pusat promosi di negara tujuan ekspor agar produk nasional semakin dikenal dan memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar internasional.

Dalam upaya memperluas manfaat perdagangan global, pemerintah juga perlu memberikan ruang lebih besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi. Bahlil menilai, keterlibatan kedua sektor tersebut dalam rantai nilai global perlu diperkuat melalui peningkatan akses terhadap teknologi digital dan layanan keuangan.

Dengan dukungan tersebut, UMKM dan koperasi diharapkan tidak hanya menjadi pelaku ekonomi di pasar domestik, tetapi juga mampu berpartisipasi dalam perdagangan internasional dan memanfaatkan peluang ekspor yang tersedia.

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa seluruh kebijakan ekonomi harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Strategi pembangunan perlu mendorong penciptaan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat konsumsi dalam negeri, serta memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi menjangkau berbagai daerah.

"Pada akhirnya, strategi ekonomi berdikari bertujuan untuk membangun ekonomi yang kuat dan mandiri, inklusif, berdaya saing. Kita ingin memastikan bahwa kekayaan bangsa menjadi kekuatan bagi kemajuan Indonesia dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat," imbuh Bahlil.

Melalui percepatan hilirisasi, perluasan akses pasar, penguatan pembiayaan ekspor, serta pemberdayaan UMKM dan koperasi, pemerintah berharap Indonesia dapat meningkatkan daya saing produk nasional. Dengan demikian, kekayaan sumber daya alam tidak hanya menjadi komoditas ekspor, tetapi juga menjadi penggerak industrialisasi dan kemandirian ekonomi bangsa.

Tag: SDA, Hilirisasi, ESDM, Ekonomi, Bahlil