Menko Bahlil Dorong Hilirisasi dan Perluasan Pasar Ekspor untuk Perkuat Ekonomi Nasional
Oleh Rudy · · Kabar Kabinet
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Investasi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pentingnya mempercepat hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam (SDA) guna meningkatkan nilai tambah ekspor Indonesia. Langkah tersebut dinilai strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
Menurut Bahlil, optimalisasi pengelolaan kekayaan alam merupakan salah satu fondasi bagi Indonesia untuk mencapai status negara maju. Karena itu, sumber daya alam yang dimiliki Indonesia perlu diolah lebih lanjut agar menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Saat ini pemerintah menggalakkan ekspor yang bernilai tambah tinggi dengan hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam Indonesia. Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional," kata Bahlil pada pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu. (14/10/26).
Selain memperkuat industri pengolahan di dalam negeri, Bahlil menilai Indonesia perlu memperluas jangkauan pemasaran produk nasional ke berbagai negara. Kawasan Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Eropa Timur menjadi sejumlah pasar potensial yang perlu mendapat perhatian dalam strategi peningkatan ekspor.
Untuk membuka peluang tersebut, pemerintah didorong mengoptimalkan kerja sama perdagangan internasional, termasuk melalui perjanjian perdagangan bebas atau *free trade agreement* (FTA). Menurutnya, kerja sama tersebut dapat membantu meningkatkan daya saing produk Indonesia sekaligus memperluas akses eksportir ke pasar global.
Namun, Bahlil mengingatkan bahwa perjanjian perdagangan tidak boleh sekadar menjadi dokumen formal. Setiap kesepakatan harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret yang mampu memberikan keuntungan bagi masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi nasional.
"Setiap perjanjian perdagangan internasional harus konkret dan langsung berdampak pada rakyat. Jangan hanya teken-teken MoU, tapi harus bisa direalisasikan MoU tersebut," ujarnya.
Tag: SDA, Hilirisasi, ESDM, Ekonomi, Bahlil