Arif Fathoni Kembali ke Bawean Setelah 26 Tahun, Mengenang Pulau yang Mengubah Jalan Hidupnya
Oleh Rudy · · Kabar Daerah
Ombak Masih Menentukan Nasib Perjalanan
Cerita serupa juga ia rasakan ketika hendak kembali ke Gresik. Kapal yang akan ditumpangi tidak diizinkan berlayar, karena cuaca buruk berdasarkan peringatan BMKG. Situasi itu membuat Toni seakan kembali ke masa remajanya.
"Ini seperti mengulang pengalaman 26 tahun lalu. Dulu saya mengalaminya, sekarang ternyata masyarakat masih menghadapi persoalan yang sama," ujarnya.
Menurut Toni, pemerintah perlu memikirkan penyediaan kapal berkapasitas besar, yang mampu beroperasi dalam kondisi gelombang lebih tinggi. Sehingga mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik tidak selalu terhenti ketika cuaca berubah.
Pimpinan DPRD Kota Surabaya itu berharap Bupati Gresik dan Gubernur Jawa Timur dapat menjadikan persoalan transportasi laut sebagai prioritas pembangunan Bawean.
"Kami berharap Bupati Gersik bersama Gubernur Jawa Timur paling tidak bisa berkoordinasi secara aktif, agar mobilitas penduduk dari dan ke Pulau Bawean, serta mobilitas distribusi logistik ke Bawean tidak terganggu," ucapnya.
Menjaga Bawean Tetap Menjadi Bawean
Bagi Toni, Bawean memiliki modal besar untuk berkembang melalui sektor pariwisata. Keindahan pantai, alam yang masih lestari, hingga budaya masyarakat menjadi kekuatan yang tidak dimiliki banyak daerah.
Namun ia berharap pembangunan wisata tidak menghilangkan identitas masyarakat Bawean yang dikenal religius. Menurutnya, justru nilai-nilai budaya dan religius masyarakat itulah yang menjadi daya tarik utama Pulau Bawean.
"Kalau wisata Bawean berkembang, biarlah berkembang dengan karakter Bawean sendiri. Yang dibangun adalah ekowisata berbasis kearifan lokal, bukan meniru daerah lain," katanya.
Pulang Membawa Energi Baru
Bagi Toni, napak tilas ke Bawean bukan sekadar perjalanan mengenang masa lalu. Ia mengaku pulang dengan membawa semangat baru untuk terus mengabdi.
Pulau yang pernah menjadi tempatnya tumbuh dalam keterbatasan, kini kembali mengingatkannya tentang arti perjuangan dan kepedulian terhadap masyarakat.
"Saya merasa mendapatkan energi kembali. Semangat hidup yang dulu saya pelajari di Bawean menjadi pengingat untuk terus berbagi manfaat dan melayani masyarakat," ujarnya.
Tag: Bawean, Gresik, Jatim, Golkar