Kabar Golkar

Arif Fathoni Kembali ke Bawean Setelah 26 Tahun, Mengenang Pulau yang Mengubah Jalan Hidupnya

Oleh · · Kabar Daerah

Rombongan Pengurus DPD Golkar Jawa Timur saat mengunjungi Pulau Bawea, Gresik, (4/7).
Rombongan Pengurus DPD Golkar Jawa Timur saat mengunjungi Pulau Bawea, Gresik, (4/7).

Pulang, tetapi Waktu Seolah Berhenti

Selama tiga hari mengikuti safari politik pada Sabtu-Senin, 4–6 Juli 2026, Toni menyempatkan diri menikmati kembali sudut-sudut Bawean yang dulu akrab dalam ingatannya.

Gunung-gunung masih berdiri hijau. Pepohonan tetap rindang. Pantai-pantai masih memancarkan keindahan yang sama seperti puluhan tahun lalu.

"Alhamdulillah saya melihat hutannya masih terjaga. Tidak ada penggundulan hutan. Bentang pantainya juga masih sangat indah seperti dulu," ujar pria kelahiran Lamongan itu.

Yang berubah hanyalah wajah permukiman warga yang kini semakin modern. Namun di balik perubahan fisik itu, Toni justru menemukan kenyataan yang membuatnya merenung. Ada persoalan yang seolah berhenti dimakan waktu.

Persoalan Lama yang Masih Menjadi Keluhan

Dalam berbagai dialog dengan warga Bawean, mulai tokoh masyarakat, kepala desa, dan pemerintah kecamatan, Toni mendengar keluhan yang mengingatkannya pada masa kecil. Salah satunya tentang pelayanan kesehatan dan transportasi laut.

Masih ada warga yang harus dirujuk ke rumah sakit di Gresik, karena keterbatasan fasilitas layanan kesehatan di Bawean. Ketika cuaca buruk datang dan kapal tidak dapat berlayar, keselamatan pasien pun dipertaruhkan.

"Problem itu dulu juga saya alami ketika kecil tinggal di Bawean. Warga yang sakit tidak bisa dirujuk karena kapal tidak berangkat akibat cuaca buruk," kenangnya.

Menurut Toni, kondisi tersebut seharusnya tidak lagi terjadi. Ia menilai keberadaan RSUD Umar Mas'ud Bawean yang kini berstatus paripurna, harus dibarengi dengan pemenuhan dokter spesialis, tenaga kesehatan, dan peralatan medis yang memadai.

Dengan begitu, masyarakat Bawean tidak perlu lagi bergantung pada rumah sakit di Gresik, untuk mendapatkan layanan kesehatan yang cepat. "Kalau rumah sakitnya sudah berstatus paripurna, harusnya fasilitas dan tim medis sudah lengkap, warga cukup berobat di Bawean. Kalau tidak, berarti persoalannya masih sama seperti 26 tahun lalu," kata mantan Ketua DPD Partai Golkar Surabaya itu.

Tag: Bawean, Gresik, Jatim, Golkar