Andika Hazrumy: Menjadi Politisi Saya Terima Sebagai Fitrah
Oleh Adi · · Kabar Pilkada
Yang menjadi tidak wajar dan tidak baik adalah ketika menjadi politisi dengan cara-cara yang tidak baik atau menghalalkan segala cara, seperti menabrak aturan hingga mengubah hukum, sehingga menciderai demokrasi.
Sementara dirinya, lanjut Andika, sejak awal menjadi politisi sebagai anggota DPD RI, DPR RI, Wakil Gubernur Banten hingga sekarang mengikuti kontestasi Pilkada Kabupaten Serang 2024, semuanya dilakukan dengan cara-cara yang demokratis.
"Saya mengikuti pemilihan-pemilihan yang sah dan dipilih secara sah oleh rakyat, tanpa menabrak aturan, hukum," katanya seraya tetap tersenyum.
Dan yang tak kalah pentingnya kata Andika, siapa pun politisinya tidak menjadi masalah apakah berasal dari dinasti politik atau bukan, sepanjang keterpilihannya sebagai politisi dalam pemilu didasarkan kepada kecakapannya sebagai pemimpin atau dalam mewakili suara rakyat. "Jadi yang penting lagi adalah ini orang (politisi) kompeten apa tidak, punya kapasitas atau tidak, bertanggung jawab terhadap amanahnya atau tidak," tegas Andika.
Dalam pemaparannya sendiri, sebelumnya Andika mengaku sangat mengagumi tokoh-tokoh besar yang menurutnya telah mempraktekkan politik secara benar yaitu politik untuk mewujudkan kebaikan bersama. Andika menyebut tokoh-tokoh tersebut adalah KH Abdurahman Wahid atau Gusdur, Mahatma Gandhi dan Nelson Mandela. Ketiganya adalah para pemimpin besar yang menurut Andika telah berhasil menjadikan politik sebagai alat untuk mewujudkan kebaikan bersama. "Bahkan Gusdur pernah bilang yang lebih penting dari politik itu adalah kemanusiaan," kata Andika.
Sejak terjun ke dunia politik, Andika pun mengaku berupaya agar dapat menjadikan politik sebagai alat untuk mewujudkan kebaikan bersama.
"Alhamdulillah misalnya waktu jadi Wagub, kebijakan sekolah gratis bagi SMA dan SMK Negeri berhasil diwujudkan. Pembangunan infrastruktur jalan provinsi 100 persen mantap dengan betonisasi, dan lainnya," paparnya.
Akhir-akhir ini memang tengah ramai di media sosial Tiktok konten-konten dengan isu dinasti politik di Banten. Diduga hal tersebut sebagai serangan kepada bakal calon Gubernur Banten Airin Rachmi Diany yang tak lain adalah adik ipar dari mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. (*)
Tag: andhikaHazrumy, pilkada, serang, golkar