BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI SUMATERA DAN JAWA, WAKIL KETUA KOMISI VIII DORONG PEMANFAATAN DAPUR SPPG UNTUK POSKO TANGGAP DARURAT BENCANA
Oleh Adi · · Kabar Parlemen
Dalam kerangka respons tanggap darurat, Singgih Januratmoko secara positif menyoroti potensi besar dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG yang merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur-dapur yang sudah tersedia di daerah bencana, seperti yang telah dilaporkan terjadi di Padang, Sumatera Barat, dapat segera dialihfungsikan sementara menjadi Posko Bantuan Makanan Tanggap Darurat Bencana.
"Program MBG hadir dengan infrastruktur dapur yang sudah terstandarisasi, memiliki rantai pasok bahan pangan, dan sumber daya manusia yang terlatih. Ini adalah aset nasional yang harus kita optimalkan. Pada masa damai, dapur ini menyajikan makanan bergizi, dan di masa bencana, dapur ini dapat menjadi *jantung logistik makanan* untuk korban terdampak," tegasnya.
Menurut Legislator Golkar Dapil Jateng V, untuk mendorong percepatan alihfungsi SPPG MBG menjadi posko tanggap bencana, maka perlu Kementerian Sosia dan BNPB untuk segera mengeluarkan instruksi resmi agar Dapur SPPG di wilayah terdampak secara otomatis beralih fungsi menjadi posko logistik makanan darurat, di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Singgih juga menyarankan perlunya penguatan Kapasitas SDM SPPG yaitu dengan memanfaatkan para juru masak dan pengelola Dapur SPPG yang telah ada untuk dibekali dengan pelatihan penanganan logistik bencana, sehingga kesiapsiagaan mereka semakin terintegrasi.
Singgih juga menyarankan perlunya optimalisasi anggaran dengan memastikan adanya alur anggaran darurat yang cepat dan fleksibel dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya melalui alokasi di Kementerian Sosial dan BNPB, untuk menopang biaya operasional dan pengadaan bahan baku Dapur SPPG yang beralih fungsi.
"Inovasi pemanfaatan Dapur SPPG ini menunjukkan bahwa program pemerintah dapat beradaptasi dan menjadi solusi di tengah krisis. Ini adalah wujud gotong royong dan negara hadir secara nyata di saat masyarakat sedang kesulitan. Mari kita satukan tekad dan energi untuk bangkit dan pulih lebih cepat," tutup Singgih Januratmoko.
Tag: singgihjanuratmoko, dprri