Kabar Golkar

Azis Syamsuddin Ajak Masyarakat Perangi Kabar dan Konten Hoaks di Media Sosial

Oleh · · Kabar Parlemen

Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR RI dan Puan Maharani Ketua DPR RI
Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR RI dan Puan Maharani Ketua DPR RI

KabarGOLKAR.com - Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengajak seluruh pihak untuk memerangi kabar dan konten hoaks di media sosial (medsos). Tujuannya agar tidak ada kerancuan informasi yang menyebar di tengah masyarakat.

"Saya mengajak seluruh sahabat untuk bisa menyampaikan ke khalayak agar tidak menyebar berita hoaks, sehingga tidak menimbulkan kerancuan informasi di kalangan kita semua," kata Azis dalam seminar daring bertajuk "Diseminasi Informasi di Era Pandemi Covid-19", Minggu (21/6/2020).

Di sisi lain, menurut Azis, pers dan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika perlu meningkatkan sinergi. Memberikan informasi akurat mengenai pencegahan dan penanganan Covid-19. "Sinergitas pers dan pemerintah sangat penting di masa pandemi Covid-19 ini," ujar wakil ketua umum Partai Golkar tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Henri Subiakto mengatakan konten hoaks memang marak beredar. Henri mencontohkan adanya hoaks di Kalimantan Barat yang menyebut masyarakat jangan mengikuti rapid test.

Sebab rapid test disebut-sebut hanya upaya memasukkan bahan berbahaya ke tubuh manusia. Henri menegaskan informasi itu sangat tidak tepat. "Contoh itu jelas hoaks yang luar biasa jahatnya. Hoaks seperti ini banyak sekali," tegas Henri

Henri menuturkan, pihaknya menjalin kerja sama dengan para tokoh publik seperti kalangan artis, ulama, dan profesional, termasuk insan pers. "Dalam konteks komunikasi kita ajak semua, karena konteksnya penanganan Covid-19 ini urusan Negara. Kalau kita tidak kompak, kapal ini akan karam," ucap Henri.

Henri berharap media arus utama dapat melakukan memberitakan cek fakta terhadap kabar hoaks. "Sekarang sudah menjadi tren, media punya rubrik yang ungkap konten di medsos hoaks atau tidak. Kementerian Komunikasi dan Informatika tidak bisa langsung memblokir akun medsos, karena harus menghubungi perusahaan medsosnya. Kecuali sebuah situs di luar pers, bisa langsung diblokir," jelas Henri.

Henri menuturkan konten hoaks ada di berbagai daerah. Jumlahnya setiap hari berubah. "Tiap minggu rata-rata 60 sampai 80 kabar hoaks, kadang turun. Tapi nampaknya bangsa kita ada yang suka terhadap hoaks. Ini kesempatan bagi media-media bereputasi untuk mengklarifikasi. Kalau jumlah yang sudah ditangani polisi, 2 minggu lalu ada 103 kasus. Sekarang sudah sekitar 110," ungkap Henri.