Peran Talenta Digital Partai GOLKAR dalam Menjalankan Visi Misi Partai
Oleh Rudy · · Opini
Hari ini, tuntutan zaman itu adalah teknologi digital dan AI. Teknologi dapat mempercepat pekerjaan, tetapi karya tetap lahir dari manusia: dari niat untuk melayani dan kemauan memanfaatkan teknologi demi kebaikan bersama. Merapikan data, menghadirkan layanan yang mudah dijangkau warga, atau meluruskan hoaks adalah karya, sebab tidak ada karya yang hina atau rendah selama berguna bagi sesama manusia.
Karena doktrinnya hidup mengikuti zaman, visi Partai pun menatap jauh ke depan. Sebagaimana ditegaskan dalam Program Umum hasil Munas XI, visi Partai GOLKAR adalah:
Terwujudnya masyarakat Indonesia yang bersatu, berdaulat, maju, modern, damai, adil, makmur, beriman dan berakhlak mulia, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan bermartabat dalam tata pergaulan dunia.
Frasa “menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi” bukan hiasan. Paradigma Baru menegaskannya lagi: masyarakat yang dicita-citakan Partai GOLKAR adalah masyarakat yang menguasai iptek, memiliki etos kerja dan semangat kekaryaan, serta disiplin yang tinggi. Program Umum lalu menurunkannya menjadi sasaran nyata, antara lain tata kelola partai yang modern, terbuka, dan akuntabel berbasis teknologi informasi. Visi sebesar ini menuntut manusia yang mampu menjalankannya.
Mempersiapkan Talenta Digital
Teknologi tanpa manusia yang cakap hanyalah alat. Karena itu, Partai GOLKAR mulai mempersiapkan talenta digital. Persiapan ini dimulai dari dalam, sebab ajakan agar masyarakat menguasai iptek baru akan meyakinkan bila Partai sendiri lebih dulu menjalankannya.
Talenta digital adalah orang-orang yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menghasilkan karya, dan cakupannya luas. Ada pengelola media sosial dan pembuat konten yang setiap hari menyapa masyarakat, pelaku pemasaran digital (digital marketing) yang membantu produk dan gagasan menemukan pasarnya, serta desainer grafis dan penyunting video yang membuat pesan mudah dipahami. Ada pula analis data yang membaca kecenderungan, pengembang aplikasi dan situs web, penjaga keamanan siber, hingga praktisi kecerdasan artifisial. Mereka bisa datang dari mana saja: mahasiswa, pekerja kreatif, pelaku UMKM yang berjualan daring, guru, aparatur, maupun kalangan profesional.
Tag: Opini, Digital, Informasi, Talenta, AI, Golkar, RoanGylberth