Kabar Golkar

Tentang Kiprah dan Pengabdian Hj. Sari Yuliati untuk NTB

Oleh · · Opini

Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati
Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati

KabarGolkar - Sebagai Ketua DPRD Provinsi NTB, sebagai kader Partai Golkar, dan terutama sebagai sesama perempuan yang memahami tidak ringannya jalan pengabdian di ruang publik, saya merasa perlu menyampaikan pandangan secara jernih mengenai kiprah Hj. Sari Yuliati.

Pernyataan ini bukan semata karena beliau adalah kolega politik. Bukan pula karena kedekatan kepartaian. Lebih dari itu, ini adalah tanggung jawab moral untuk menempatkan kebenaran secara proporsional, agar masyarakat tidak dibawa pada penilaian yang sempit, apalagi oleh suara-suara yang tidak berdiri di atas data, rekam jejak, dan manfaat nyata.

Hj. Sari Yuliati adalah salah satu putri terbaik yang diberi amanah oleh masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya dari Dapil NTB II Pulau Lombok. Amanah itu tidak berhenti sebagai simbol keterwakilan, tetapi diwujudkan melalui kerja-kerja nyata: memperjuangkan aspirasi masyarakat di bidang pendidikan, infrastruktur, sosial, pertanian, perumahan, beasiswa, persoalan hukum, dan berbagai kepentingan rakyat lainnya.

Kualitas dan bobot pengabdian itu semakin terbaca ketika beliau dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar untuk sisa masa jabatan 2024–2029. Penetapan ini bukan perkara kecil. Ia mencerminkan pengakuan kelembagaan terhadap kapasitas, pengalaman, jejaring, dan integritas politik yang telah dibangun dalam waktu panjang. 

Di saat yang sama, kepercayaan Partai Golkar kepada beliau sebagai Bendahara Umum DPP Partai Golkar periode 2024–2029 menunjukkan bahwa kiprah Hj. Sari Yuliati bukan hanya dihitung di daerah, tetapi juga diperhitungkan dalam struktur politik nasional. 

Karena itu, ketika belakangan muncul suara yang mencoba mengecilkan peran dan dampak beliau, saya memandang hal tersebut perlu disikapi secara dewasa, tetapi juga tidak boleh dibiarkan menjadi kabut yang menutup fakta. Kritik dalam politik adalah hal biasa. Tetapi mengerdilkan kerja seseorang tanpa membaca jejak pengabdiannya adalah bentuk ketidakadilan pengetahuan.

Tag: Kiprah, Pengabdian, SariYuliati, NTB