ARB, Aktivis Kampus yang Jadi Pengusaha dan Politisi Sukses
Oleh Muhammad Said · · Kabar Nasional
kabargolkar.com - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Ir. H. Aburizal Bakrie berulang tahun hari ini, 15 November. Pengusaha sukses kelahiran Jakarta tahun 1946 merupakan lulusan Teknik Elektro ITB pada tahun 1973.
Aktivitas semasa kuliah di Bandung diakui sosok yang akrab dipanggil ARB ini adalah salah satu yang mengubah jalan hidupnya, karena beliau tidak hanya sibuk kuliah tetapi juga giat menjadi aktivis Dewan Mahasiswa ITB.
"Saya adalah Ketua III Dewan Mahasiswa ITB saat Presiden Soeharto meresmikan gedung Student Center ITB pada bulan Juli 1970, saat itu Ketua Umumnya Syarief Tando dari Teknik Kimia," kenang ARB saat menceritakan masa mudanya.
Ketua Umum DPP Partai Golkar 2009-2016 itu berkuliah di ITB saat mahasiswa Bandung dan kota lainnya di Indonesia sedang gencar-gencarnya melancarkan demonstrasi tahun 1966 dengan tuntutan membubarkan PKI dan perbaikan ekonomi.
Di Bandung, ARB bersama kawan-kawan sesama aktivis organisasi Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB) menjadi kekuatan utama gerakan yang tidak hanya berpusat di ITB, tetapi juga di kampus Unpad, IKIP Bandung, dan lain-lain.
"Waktu itu saya sebagai mahasiswa junior menjadi pelaksana aksi-aksi mahasiswa yang biasanya direncanakan para senior yang berkumpul di Bangbayang, di rumah Rudianto Ramelan mahasiswa Teknik Mesin ITB," lanjut ARB.
Para senior yang ia maksud adalah tokoh-tokoh pemimpin mahasiswa Bandung yang kemudian menjadi anak-anak muda dengan peranan penting pada masa Pemerintahan Presiden Soeharto, antara lain Muslimin Nasution, Rachmat Witoelar, Fred Hehuwat, Sarwono Kusumaatmadja, Deddi Krishna, Abdul Qoyyum Tjandranegara, Awan Karmawan Burhan, dan lain-lain.
"Setingkat di atas saya ada Wimar Witoelar dan Arifin Panigoro, mereka satu jurusan dengan saya namun karena lebih senior menjadi jenderal-jenderal lapangan dalam aksi mahasiswa," kenang ARB.
Menjadi Pengusaha
Setelah Presiden Soekarno lengser dan digantikan Jenderal Soeharto, beberapa aktivis demonstrasi 1966 yang ia ceritakan di atas melanjutkan karir sebagai politisi, terutama yang berkumpul di kantor Study Group Mahasiswa Indonesia dan mingguan Mahasiswa Indonesia yang bermarkas di Jalan Tamblong Dalam.