Kabar Golkar

Aktivis dan Cendekiawan SOKSI Ziarah Bersama ke Makam Tokoh Bangsa Prof. Suhardiman

Oleh · · Kabar Karya Kekaryaan

Gredit Photo / Istimewa
Gredit Photo / Istimewa

Kabargolkar.com - Para senior Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) berziarah ke makam pendiri SOKSI, Prof Suhardiman di komplek pemakaman keluarga di Evergreen, Cisarua, Bogor, Jumat (14/7/2023).

Rombongan berangkat dari Graha SOKSI di Kalibata, Jakarta Selatan, sekitar pukul 08.00, dengan menggunakan bus. Setiba di lokasi, acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Dewan Kehormatan SOKSI Oetojo Oesman.

Menteri Kehakiman periode 1993-1998 itu mengatakan, ziarah yang dilakukan pada hari ini untuk mengenang salah seorang tokoh yang memberikan pengaruh besar di perpolitikan Tanah Air. 

“Ini menjadi momentum bagi kita untuk mengenang jasa-jasa apa yang telah dilakukan oleh almarhum bagi bangsa dan negara, termasuk Golkar dan SOKSI,” ujarnya. 

Dalam kesempatan itu pula Oetojo memastikan jika Suhardiman merupakan satu-satunya pendiri SOKSI yang juga menjadi cikal bakal Golkar. Hal itu dibuktikan dengan tercantumnya peraih Bintang Mahaputra tersebut dalam AD/ART SOKSI. 

“Pada kesempatan ini saya ingin membenarkan jika Pak Suhardiman satu-satunya founder daripada SOKSI dengan mencantumkan nama Pak Suhardiman dalam mukadimah peraturan organisasi SOKSI,” tegasnya. 

Selain itu, diutarakan Oetojo, SOKSI merupakan pengguna pertama Hasta Karya. Istilah itu pun dicetuskan oleh Suhardiman. Menurutnya, Hasta Karya memiliki makna yang sangat besar utamanya dalam melakukan pengabdian di masyarakat. 

“Karya ini tidak berdiri sendiri. Kita tidak bisa meraih keberhasilan dalam pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara kalau hanya dengan kerja keras. Tapi kita harus kerja keras yang berorientasi pada hasil atau result oriented. Ini mengapa kita harus selalu mengenang dan menghargai jasa-jasa Jenderal Suhardiman,” pungkasnya. 

Setelah itu, rombongan melakukan tabur bunga dan berdoa di makam Suhardiman. Tak hanya itu, para senior juga berziarah ke makam Ketua Dewan Pembina SOKSI yang juga putra dari Suhardiman, Bobby Satrio Hadiwibowo Suhardiman. 

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Dina Hidayana Ketua Depinas SOKSI yang juga mewakili unsur kader muda Cendekiawan tidak menampik agenda ziarah Pendiri SOKSI ini sebagai perjalanan religi yang bernuansa politis strategis. Konflik organisasi disebutkannya memiliki peran ganda, menstimulus kinerja di satu sisi namun juga berpotensi menihilkan ikhtiar akibat dampak ataupun kelelahan bertikai disisi sebaliknya.

Dina sepakat tidak ada satupun negara maju yang mengabaikan sejarah dan peran strategis tokoh-tokoh bangsa yang berjasa bagi kemajuan bangsanya.

''Indonesia harus banyak belajar untuk lebih menghargai peran para pejuang yang telah mengantarkan negeri ini hingga pesatnya kemajuan yang dicapai saat ini, baik yang secara nyata diberi gelar kehormatan ataupun tidak. Kita harus mau senantiasa belajar dari catatan-catatan, data fakta maupun peristiwa masa lalu, mengkapitalisasi hal-hal positif untuk menjadi bangsa besar. Pastilah tidak mudah mengelola negara heterogen seluas dan sekompleks Indonesia,'' ujar Dina.

Selain itu, kekompakan dan semangat korsa dalam mencapai tujuan bersama menjadi modal utama dalam percepatan pencapaian visi bangsa, tegas Dina yang juga Doktor Strategi Pertahanan jebolan Unhan RI ini.

Hadir sekitar 25 orang mewakili unsur kader SOKSI, beberapa diantaranya adalah: Dewan Pembina GOLKAR dan SOKSI/ Mantan Menteri Kehakiman era Gusdur, Oetojo Oesman; Wakil-wakil Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI Rudi Sanyoto, Jimmy B. Haryanto; Sekretaris Dewan Pakar, Heri Wihasnanto; Mantan Anggota DPRRI Hamka Yandhu dan Endang Syarwan Hamid, Anggota Dewan Pembina Prof. Yulius Hasan, Robinson Napitupulu, Purnama Sitompul, Robert Sinaga, Jacob Purwanto (Sekretaris Wantim SOKSI), James Marpaung, Anny Simanjuntak, Ali SOKSI Korea, cucu pendiri Rayi Suhardiman dan aktivis SOKSI lainnya yang juga turut dalam rombongan serta Ketua Depinas SOKSI Dr. Dina Hidayana.