Kabar Golkar

Inspiratif, Rahasia Masa Lalu Bahlil Lahadalia Terkuak

Oleh · · Kabar Kader

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Situasi yang tidak menguntungkan ini membuat Nurjani ikut mendorong ekonomi keluarga dengan menjadi kuli cuci dan gosok di sekitar 8 rumah di Fak Fak. Perjuangan Nurjani kian berat sejak suaminya sakit-sakitan sehingga anggaran kehidupan harus ditanggungnya seorang diri.

Jual Kue
Kala itu, Bahlil Lahadalia masih kuliah dan baru lulus tahun 2002, sedangkan yang lain masih bersekolah, ada yang SD sampai SMA. ”Saya sekolahkan anak-anak sampai SMA. Saya minta kalau mau kuliah nyari uang sendiri, mama hanya bisa mendoakan,” ujar ibunda Bahlil.

Upah yang diterima sebagai kuli cuci gosok langsung dibagi-bagi untuk keperluan sekolah anak-anaknya. Untuk kebutuhan sehari-hari, Nurjani membuat aneka kue dan jajanan pasar.

Anak-anaknya diminta membantu membawanya untuk disimpan di warung sekolah dan warung-warung di pemukiman serta pasar. Dengan kondisi itu, sehari-harinya, tak jarang mereka hanya makan nasi dengan garam dan sedikit sayuran.

Untuk urusan pakaian, Bahlil Lahadalia dan saudaranya menggunakan pakaian secara turun temurun artinya pakaian untuk anak paling besar kemudian diwariskan kepada adik.

Begitu pula dengan perlengkapan sekolah seperti sepatu yang sangat terbatas. Bahkan, Bahlil Lahadalia dan keluarga punya istilah khusus yaitu sepatu aspal untuk sepatu yang alasnya sudah rusak sampai menginjak aspal.

”Anak-anak saya sering bilang, mah, sepatunya sudah robek, saya bilang, enggak apa-apa, kan atasnya masih bagus, bawahnya kan enggak kelihatan,” kata Nurjani.

Ibunda Bahlil Lahadalia, Nurjani

Nurjani bercerita keluarga Bahlil sejatinya bukan asli Fak Fak, Papua Barat. Nenek moyangnya berasal dari Sulawesi Tenggara namun merantau ke Kepulauan Banda, Maluku Tengah. Kepindahan mereka ke Fak Fak terjadi saat terjadi erupsi Gunung Banda Api pada April 1988.

Bahlil Berprestasi di Sekolah
Dia pun berkisah tentang masa kecil Bahlil. Nurjani mengisahkan Bahlil selalu berprestasi di sekolah dan punya semangat untuk maju. Saat masih SD, Bahlil membantu orang tua berjualan kue dan saat SMP sampai SMK menjadi kernet angkutan kota di Fak Fak.

Tag: bahlil, ketum, inspiratif