Lindungi Anak di Ruang Digital, Meutya Hafid Dorong Pembatasan Platform Berisiko Tinggi
Oleh Rudy · · Kabar Kabinet
Selain persoalan kecanduan, Meutya mengingatkan bahwa fitur komunikasi pada platform digital juga berpotensi membuka akses bagi orang yang tidak dikenal untuk berinteraksi dengan anak. Situasi tersebut dapat meningkatkan risiko perundungan, penipuan, hingga eksploitasi seksual.
Penggunaan platform digital tanpa perlindungan yang memadai juga berpotensi menimbulkan penyalahgunaan data pribadi serta berdampak terhadap kesehatan fisik maupun mental anak.
Karena itu, Meutya menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak saat menggunakan teknologi digital. Orang tua diharapkan memahami berbagai risiko yang ada, sekaligus melakukan pemantauan terhadap aktivitas anak di dunia maya.
Di samping pengawasan penggunaan perangkat digital, ia mendorong keluarga untuk membiasakan anak menjalani aktivitas di luar layar, termasuk berolahraga. Aktivitas fisik dinilai penting untuk mendukung keseimbangan antara perkembangan kemampuan intelektual dan kesehatan tubuh anak.
"Kita yakini bahwa pendidikan olahraga itu penting, anak-anak yang bergerak itu penting. Bukan tidak ada manfaatnya, tetapi tidak optimal jika anak-anak hanya pintar otaknya, tapi badannya tidak menunjang," katanya.
Meutya menegaskan, perlindungan anak di ruang digital tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah dan keluarga. Penyelenggara platform digital juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan layanan yang mereka sediakan aman bagi anak.
Menurutnya, penyelenggara platform wajib melakukan penilaian terhadap risiko layanan dan fitur yang ditawarkan serta menerapkan langkah-langkah perlindungan anak. Dengan keterlibatan pemerintah, orang tua, dan penyedia platform, upaya menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak diharapkan dapat berjalan secara optimal.
Tag: Komdigi, Digital, Anak, Siber, MeutyaHafid