Kabar Golkar

Prabowo Telepon Bahlil di Tengah Pelantikan DPD Golkar Maluku, Ini Pesannya

Oleh · · Kabar Daerah

Ketua DPP Partai Golkar, Bajlil Lahadalia saat membuka Pelantikan DPD Partai Golkar Maluku, (7/11).
Ketua DPP Partai Golkar, Bajlil Lahadalia saat membuka Pelantikan DPD Partai Golkar Maluku, (7/11).

Setelah kembali ke ruangan, Bahlil disambut dengan candaan Hendrik yang menilai ekspresi Ketua Umum Golkar tersebut terlihat semringah setelah berbicara dengan Presiden.

"Kalau Pak Ketum masuk ruangan dengan wajah semringah, itu berarti barang-barang masuk semua," kata Hendrik saat Bahlil kembali masuk ruangan.

Dalam sambutannya, Bahlil kemudian menjelaskan bahwa panggilan tersebut berisi pesan salam dari Prabowo untuk Hendrik serta seluruh tamu undangan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena harus meninggalkan ruangan sejenak untuk menerima telepon kepala negara.

"Tadi saya ditelpon Bapak Presiden, dia kirim salam untuk Bapak Gubernur. Saya tadi, mohon maaf, saya keluar tadi terima telepon, salam untuk Pak Gubernur dan kepada Bapak, seluruh Bapak Ibu semua yang ada dalam ruangan ini. Nanti jangan sampai di bilang ini isu-isu begini jangan sampai Ketum Golkar hubungannya dengan Bapak Presiden gimana ya, sori ye" ujarnya.

Lebih jauh, Bahlil turut menegaskan komitmen Golkar dalam menjaga hubungan politik dan membangun koalisi bersama Presiden Prabowo. Bahkan, ia menyatakan bahwa Golkar terbuka apabila kerja sama politik tersebut diarahkan menjadi koalisi permanen.

"Koalisi ini harus dibangun, Golkar nggak pernah malu-malu. Bila perlu, koalisinya koalisi permanen, apalagi satu rumah beda kamar," ujarnya.

Bahlil yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi itu menilai hubungan Golkar dan Prabowo memiliki kedekatan historis. Ia mengingatkan bahwa Prabowo pernah menjadi bagian dari keluarga besar Partai Golkar, termasuk sebagai anggota Dewan Pembina.

"Bagi Golkar, Pak Prabowo ini adalah alumni Golkar, mantan anggota Dewan Pembina Golkar. Kalau sudah ada orang Golkar di sana, kita mau pikir apa lagi, setuju nggak?" kata Bahlil.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan keinginan Golkar untuk terus memperkuat hubungan politik dengan pemerintahan Prabowo, termasuk melalui kerja sama koalisi yang lebih solid.

Tag: Golkar, Pelantikan, Maluku, Bahlil, Prabowo